Info :
Bonus Refferal 5% + 1% Setiap Mengajak Temannya Bermain Di Tempat Kami
  • bbmD3F62DE3
  • wa+855 92 233 058
  • wechatBuanabet
  • lineBuanabet

Asal Usul Sabung Ayam di Makassar

Lucy Luciole BERITA AYAM
27/04/2017 | 13:53

Sabung Ayam Online – Setelah lama tidak membuat artikel, hari ini Lucy akan melanjutkan artikel terakhir yang sudah pernah dijanjikan pada waktu sebelumnya. Hal ini mengenai detail asal mula sabung ayam pada kota tertentu di Indonesia, kita mulai dari pulau Bugis. Menurut M Farid Makkulau, bahwa Bugis atau juga Makassar yang memiliki arti sebagai ayam merupakan kata ygn sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Makassar Bugis.

Ayam Makassar

Ayam Makassar

Kultur dari bugis dikenal kental dengan mitologi ayam kata Gilbert Hamonic, sampai dengan Raja Gowa yang ke 16, yang bernama Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin digelari sebagai Ayam Jantan dari Timur atau dengan bahasa asing lainnya disebut Haaanthes van het Oosten. Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dengan epik mistik itu bernama Sawerigading memiliki hobi menyabung ayam, dahulu kala orang tidak disebut sebagai pemberani apabila ia tidak memiliki kebiasaan minum arak, sabung ayam ataupun berjudi.

Biasanya orang disana menyatakan keberaniannya dengan dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan yang paling berani dikampungnya seperti Buleng Mangasa, korona Mannongkoki, Barumbunna, Galesong, Bakka Lolona, dan juga lainnya. Hal ini sangatlah penting dan belum banyak diungkap dalam buku sejarah yang ada, bahwa awal dari konflik dan perang antara dua negara adikuasa sebagai penguasa semenanjung barat dan timur Sul-Sel kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan Massaung Manu.

Pada tahun 1562 Raja Gowa kesepuluh yang bernama I Mariogau Daen Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548-1565) mengadakan kedatangan resmi ke dalam kerajaan Bone yang disabut sebagai tamu negara dan kedatangannya ini dimeriahkan dengan acara tersebut (Massaung Manu). Oleh Raja Gowa itu sendiri yang bernama Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange untuk bertaruh dalam sabung ayam tersebut, mencapai 100 katie emas sedang Raja Bone itu mempertaruhkan segenap orang sekampung. Sabung ayam antara dua raja ini bagian timur dan barat bukanlah sabung ayam yang biasa kita lihat melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma antara kedua belah pihak oleh rajanya sendiri. Alhasil ayam tarung Gowa yang berwarna merah mati terbunuh oleh ayam tarung Bone.

Sabung Ayam Sulawesi 1910

Sabung Ayam Sulawesi 1910

Kematian dari ayam tarung Raja Gowa ini merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone ini, sehingga Raja Gowa ini merasa malu dan terpukul sampai dikatakan tragedi ini sebagai tragedi Siri oleh Kerajaan Gowa itu sendiri. Demikian artikel mengenai asal-usul sabung ayam di kota Makassar Bugis, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua 🙂

Follow us on :
  • facebook
  • linkedin
  • Googleplus
  • Path
  • Twitter
  • Pinterest
  • s128
  • cf88id
  • sv388
  • 18+
  • secure
  • Support Browser :
  • browsers
banklist